Pada awal tahun 1972 tiga orang anak di Panti Asuhan Dorkas menghadapi kesulitan untuk masuk Sekolah Dasar. Mereka harus keluar dari sekolah, karena tidak dapat mengikuti pelajaran yang diberikan, maka untuk menolong mereka didirikanlah Sekolah Luar Biasa (SLB) Surya Wiyata pada tahun 1974. Surya yang berarti Matahari dan Wiyata yang berarti Pendidikan, sehingga Surya Wiyata berarti Pendidikan yang seterang Matahari. Tuna Grahita tidak dapat diterima di Sekolah Dasar, sehingga dari tahun ke tahun jumlah anak didik SLB Surya Wiyata bertambah, baik dari panti-panti asuhan maupun dari masyarakat Jakarta. Tahun 1986 merupakan tahun penentu pengembangan dan pertumbuhan SLB Surya Wiyata dengan menerima anak didik Tuna Rungu, mendukung program wajib belajar pemerintah bagi anak usia Sekolah Dasar. Anak didik diberikan ketrampilan seperti : Menjahit, Tenun, Sablon, Berkebun, Memasak dan Salon, agar kelak mereka dapat mandiri sesuai kemampuannya, maka pengurus terdorong untuk terus meningkatkan standar pendidikan dan menekuni pekerjaan di bidang Pendidikan Luar Biasa. |
|
Last Updated ( Wednesday, 30 December 2009 )
|